Thursday, 27-01-2022
Bali

Diberitakan Marak Kekerasan Seksual, Rektor Unud Bereaksi

Badung (BBN INDONESIA) – Ramainya pemberitaan di media terkait isu kekerasan seksual terjadi di lingkungan kampus Universitas Udayana, akhirnya mendapat tanggapan. Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. IPU, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T. telah menerima kunjungan media secara terbatas yang mengkonfirmasi dugaan kasus kekerasan seksual di Gedung Rektorat Kampus Jimbaran, Badung, Senin (22/11/2021).

Pernyataan Rektor Unud yang dirangkum dalam pertemuan tersebut oleh Tim Juru Bicara Universitas Udayana menyampaikan bahwa, pertama, Rektor bersama jajaran pimpinan Universitas Udayana saat ini sedang melakukan pembenahan manajemen sesuai dengan keterbukaan informasi dan komunikasi sehingga siap berkoordinasi dan berkolaborasi untuk penyelesaian kasus kekerasan seksual di lingkungan Unud, apabila data yang telah beredar tersebut terbukti adanya.

“Kedua, apabila benar terjadi kasus kekerasan seksual di lingkungan Unud, maka pihak Unud mendorong agar korban berani melapor. Selanjutnya, pihak Unud juga berkomitmen untuk memberikan perlindungan serta pendampingan terhadap korban,” ujar Juru Bicara Unud Senja Pratiwi, PhD.

Selanjutnya yang ketiga, pihak Unud menyambut baik ditetapkannya Permendikbud Ristek 30/2021 tentang Pencegahan Pelecehan dan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus, dan berkomitmen untuk melaksanakan segala ketentuan yang telah ditetapkan dalam aturan tersebut guna menjaga Universitas Udayana dari segala bentuk kasus kekerasan seksual

“Keempat, pihak Unud saat ini sedang berproses membentuk Panitia Seleksi (Pansel) pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan Universitas Udayana, di mana anggota Satgas terdiri dari unsur dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan lainnya yang sebagian besar adalah perempuan,” terang Senja.

Kelima, pihak Unud berjanji akan senantiasa berkoordinasi dengan pihak yang berwajib dan atau yang berkompeten terkait upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual guna menjamin efektivitas pelaksanaan Permendikbud Ristek No. 30/2021.

Keenam, apabila terdapat oknum dosen, tenaga kependidikan, dan/atau mahasiswa Unud yang terbukti secara hukum melakukan tindakan kekerasan seksual di dalam lingkungan Unud, maka Pihak Unud tidak akan memberikan bantuan hukum apa pun kepada oknum yang bersangkutan.

“Yang terakhir, ketujuh, apabila terbukti ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam penyebarluasan isu mengenai kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Unud, maka pihak Unud akan menyerahkan kasus ini sesuai dengan koridor hukum yang berlaku sehingga secara bersama-sama kita dapat menjadikan kampus sebagai sarana pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Juru Bicara. (BBN/010/rls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button