Friday, 21-01-2022
Bali

Panji Astika: Meja Kebaikan dan Kejujuran Dari Kita dan Oleh Kita

AA Ngurah Panji Astika bersama donatur dari tokoh perbankan nasional menaruh sembako di Meja Kebaikan dan Kejujuran depan Puri Anom, Tabanan, Bali Minggu (3/5).

Tabanan (BBN INDONESIA) – Dampak krisis akibat pandemik Virus Corona (COVID-19) dirasakan diberbagai sektor kehidupan baik sosial, kesehatan dan ekonomi. Banyak pula kalangan dan elemen yang peduli dan melaksanakan aksi sosial yang untuk membantu warga terdampak.

Namun dari sekian banyak kegiatan tersebut masyarakat hanya terlihat sebagai sebuah obyek belaka dan belum terlihat sebagai subyek.

Untuk mewujudkan dan melibatkan peran serta masyarakat, sosok AA Ngurah Panji Astika di Tabanan, Bali yang sebelumnya dikenal aktif dalam aksi sosial hand sanitizer, disinfektan dan 10.000 masker gratis dan akhirnya gerakannya menginspirasi banyak pihak. Kini ia kembali menginspirasi dan memotivasi masyarakat Tabanan dengan sebuah Gerakan Kesetiakawanan Sosial Meja Kebaikan dan Kejujuran.

“Gerakan ini bukanlah acara bagi-bagi sembako gratis tapi terinspirasi dari gerakan-gerakan kebaikan yang sudah dilakukan oleh banyak orang. Ini adalah gerakan kesetiakawanan sosial di lingkungan kita masing-masing,” tandasnya.

Panji Astika lanjut menjelaskan bahwa kita kadang merasa semuanya baik-baik saja, namun tidak dengan saudara-saudara kita yang kondisinya kurang beruntung.

Kita tidak tahu dan benar-benar tidak tahu jika tetangga sebelah kita, orang-orang di banjar kita atau di lingkungan kita kalau mereka benar-benar sudah tidak mempunyai lagi akses kebutuhan pokok berupa kebutuhan pangan. Sebungkus beras, sebungkus mie, dan sebutir telur ini mungkin sedikit nilainya untuk sebagian kita, namun besar artinya untuk mereka yang benar-benar mengalami masa masa sulit,” urainya.

Gerakan Meja Kebaikan ini menurutnya tidak akan berarti jika hanya ada satu di kota saja. Namun akan berdampak besar jika meja-meja ini ada di setiap banjar, di setiap perumahan dan di setiap lingkungan kita.

“Disini kita bisa belajar jujur untuk mengambil apa yang secukupnya saja dan berkesempatan berbuat baik sesuai dengan kemampuan kita. Satu bungkus ini mungkin tidak bernilai lebih dari 10 ribu rupiah, bahkan hanya senilai setengah bungkus rokok saja. Namun satu bungkus ini bisa berarti untuk membuat satu keluarga kecil untuk bertahan melalui satu hari yang berat ini,” imbuhnya.

Ia menandaskan siapapun berhak untuk berbuat baik dan siapapun berhak untuk menerima kebaikan ini.

Yang memberi dan yang menerima semuanya tanpa nama, tidak akan tercatat di lembar-lembar koran atau wall-wall media sosial, namun akan dicatat oleh alam semesta dan sejarah kebaikan umat manusia. Bersama kita bisa melalui semua ini,” pungkas Panji Astika.

#GerakanKesetiakawananSosial
#VasudevaKuthumBakam
#perubahan4tabanan
#bersamakitabisa
#tatanantabanan
#punapitabanan
#panjitabanan
#tattwamasi
#nawacita
#jokowi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button