Friday, 21-01-2022
Bursa

Saham Australia dibuka anjlok, tertekan kekhawatiran baru COVID-19

Sydney (BBN INDONESIA) – Saham-saham Australia dibuka merosot pada perdagangan Jumat pagi, dengan semua sektor cenderung lebih rendah, mengikuti petunjuk kejatuhan pasar luar negeri ketika kekhawatiran akan gelombang kedua COVID-19 kian meningkat.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 kehilangan 147 poin atau 2,47 persen pada 5.813,60 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 163,80 poin atau 2,69 persen pada 5.915,70 poin.

“Harga aset-aset berisiko hancur dalam semalam karena narasi pasar berubah dari ‘pemulihan berbentuk V’ menjadi ‘penurunan leg kedua’,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

Saham-saham Australia juga sebagian besar jatuh pada Kamis (11/6/2020) setelah tujuh sesi kenaikan berturut-turut, sejalan dengan perubahan sentimen investor terkait pemulihan dari COVID-19.

“Terobosan dalam momentum mungkin melihat pasar bergerak ke level yang lebih baik mencerminkan keseimbangan antara peluang potensial dan risiko -risiko,” kata McCarthy.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot dengan Commonwealth Bank turun 3,61 persen, ANZ turun 5,21 persen, National Australia Bank turun 5,14 persen dan Westpac Bank turun 5,68 persen.

Saham-saham pertambangan jatuh dengan BHP turun 2,83 persen, Fortescue Metals turun 4,03 persen, Rio Tinto turun 2,51 persen dan penambang emas Newcrest turun 0,08 persen.

Saham produsen-produsen minyak dan gas anjlok dengan Oil Search turun 8,31 persen, Santos turun 6,07 persen dan Woodside Petroleum turun 6,61 persen.

Saham supermarket terbesar Australia melemah dengan Coles turun 0,03 persen dan Woolworths turun 0,30 persen.

Sementara itu saham raksasa telekomunikasi Telstra turun 1,40 persen, maskapai nasional Qantas anjlok 8,86 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,54 persen.

 


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button